rencana kontinjensi PPKM; Pelaku usaha menuntut stimulus pemerintah

TEMPO.CODan Jakarta Pemerintah harus mendukung pemain komersial jika aktivitas publik dibatasi dalam situasi darurat atau darurat PPKM atau PPKM untuk keadaan darurat Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk pengembangan kawasan ekonomi, Sani Iskandar, berpendapat.

Salah satu bentuk dukungan adalah insentif yang diharapkan dapat membantu kelangsungan usaha. Sunny berkata ketika aku memanggilnya waktu Pada hari Selasa, 29 Juni 2021.

Sane mengatakan pembatasan Covid-19 ini akan berdampak pada sektor bisnis, terutama yang memberikan layanan terkait transportasi umum. Industri pariwisata dan transportasi, misalnya, akan mendapat tekanan yang meningkat akibat pengetatan kegiatan.

Perusahaan yang beroperasi di sektor lain, seperti ritel tradisional, juga diperkirakan akan menghadapi kinerja yang buruk. Lain halnya dengan ritel online di mana industri digital diperkirakan masih akan tumbuh.

Selain memberikan insentif, pemerintah juga perlu memperhatikan sektor mana saja yang harus dikenakan penyesuaian tenaga kerja sebagaimana diterapkan selama pemberlakuan PSBB, seperti sektor manufaktur. Sany menambahkan, perusahaan di kawasan industri perlu menyesuaikan shift staf untuk mengantisipasi kemacetan.

Pemerintah dilaporkan berencana untuk mengumumkan keadaan darurat PPKM Pada hari Selasa 29 Juni. Skenario kebijakan dikatakan mirip dengan PSBB. Kebijakan ini dirancang karena ledakan kasus Covid-19 dalam waktu seminggu. Puncaknya terjadi pada 27 Juni, dengan lebih dari 21.000 kasus baru.

Baca juga: Laporan menyarankan Jokowi akan menegakkan ‘PPKM darurat’

Francesca Christie Rosanna

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO