Pendapatan pajak Indonesia yang stabil, layanan seluler tidak begitu banyak

Kredit: Waktu impian

Pertumbuhan yang kuat dari adopsi layanan broadband yang berkelanjutan di Indonesia diharapkan dapat menghasilkan pendapatan secara keseluruhan di pasar layanan telekomunikasi yang berkelanjutan di negara tersebut, yang diproyeksikan meningkat dari $ 2,9 miliar pada tahun 2020 menjadi 13,3 persen dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,3 persen. . $ 5,3 miliar pada tahun 2025.

Penelitian baru dari analis industri Global Data memperkirakan bahwa akun broadband tetap negara akan tumbuh pada CAGR yang kuat sebesar 19,8 persen selama periode prakiraan lima tahun, dengan penerimaan yang lebih besar atas layanan broadband serat optik berkecepatan tinggi.

Perusahaan mengharapkan bahwa pada akhir tahun 2025, 94 persen dari total akun broadband tetap negara – jalur fiber-to-home / bisnis (FDTH / B) akan diperhitungkan. Permintaan untuk layanan broadband kecepatan tinggi dan perluasan jaringan serat optik lebih lanjut di negara ini.

Sebaliknya, pendapatan layanan telepon tetap di Indonesia diperkirakan tumbuh menjadi 11,3 persen CAGR selama periode yang diperkirakan, didorong oleh maraknya layanan pocket switch voice-over IP (VoIP).

Rekan analis data global Harendra Sharma mengatakan pangsa kabel dan DSL dalam keseluruhan bauran pajak broadband tetap masing-masing akan mencapai 3,7 persen dan 2,2 persen, pada akhir periode perkiraan, karena koneksi serat baru sedang meningkat.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO