Pasar teknologi Indonesia akan tumbuh menjadi $ 300 miliar dalam 3 tahun

Pasar teknologi Indonesia berada pada tahap yang menarik dan dapat tumbuh secara eksponensial antara $ 200 miliar dan $ 300 miliar dalam dua atau tiga tahun ke depan, kata John Riadi, direktur Grup Lipo, salah satu perusahaan terbesar di negara itu.

“Indonesia adalah pasar digital dan teknologi paling menarik di Asia dan bisa dibilang di dunia,” kata Riadi kepada CNBC. “Tanda Jalan Asia” Kamis.

“Ketika tim kami pertama kali berinvestasi di bidang teknologi pada tahun 2012, seluruh pasar teknologi di Indonesia berukuran sekitar 100 juta. Saat ini kelas aset yang sama sekitar $ 40 miliar,” tambahnya.

Grup Lipo didirikan oleh kakek Riyadh. Perusahaan memiliki bisnis di berbagai sektor termasuk real estat, ritel, perawatan kesehatan, dan telekomunikasi. Riadi telah mempelopori inisiatif tim di bidang teknologi dan juga CEO Divisi Pengembang Real Estate. Lipo Karawasi.

Riyadh mengatakan kepada CNBC bahwa grup tersebut telah melakukan lebih dari 30 investasi di ruang teknologi Indonesia, termasuk OVO yang berbasis di Jakarta. Platform pembayaran digital. Dia mengatakan Indonesia hampir mengalami infiltrasi teknologi, seperti yang telah dilihat China di awal tahun 2000-an, ketika adopsi teknologi melonjak.

Indonesia adalah ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara dan negara terpadat keempat di dunia dengan populasi lebih dari 275 juta. Yang disebut start-up unicorn – atau perusahaan swasta senilai $ 1 miliar ke atas – adalah perusahaan e-commerce Buccaneer dan OVO Menurut CB Intelligence.

Para investor mengatakan pertumbuhan pengguna Internet di negara itu dan perluasan kelas menengah adalah kondisi untuk matangnya ledakan digital. Tetapi Indonesia adalah pasar yang sulit untuk dikunjungi karena populasinya tersebar di lebih dari 10.000 pulau – banyak dengan budaya dan bahasanya sendiri.

Namun, potensi perkembangan dunia teknologi di Indonesia telah membuka jalan bagi startup Internet untuk menarik perhatian investor internasional.

Minggu lalu, dua perusahaan teknologi terkemuka di negara itu Ride-Hailing dan perusahaan pembayaran Kozak dan perusahaan e-commerce Tocopedia mengumumkan Tautan untuk membuat perusahaan bernama GoTo Group.

Grup GoTo memiliki pendukung utama yang sebelumnya telah berinvestasi di Gozek atau Tocopedia. Mereka termasuk perusahaan teknologi China Alibaba Dan Tencent, Serta Sequoia Capital India dan Temasek Investor Negara Singapura.

– Saheli Roy Chowdhury dari CNBC berkontribusi untuk laporan ini.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO