Myanmar setelah kudeta: Haruskah perusahaan melihat bisnis seperti biasa? – Bisnis

Zulfikar Fath-ur-Rahman (Jakarta Post)

luar biasa

Jakarta
Senin, 21 Juni 2021

Kudeta militer di Myanmar menyebabkan kerusuhan yang mengganggu kegiatan perdagangan, termasuk perusahaan-perusahaan Indonesia di dalam negeri, dan menyebabkan penurunan perdagangan dengan Indonesia.

Myanmar mengalami apa yang tampak sebagai transisi demokrasi, sampai militer merebut kekuasaan pada Februari. Sejak itu telah menyaksikan protes oleh aktivis demokrasi terhadap junta militer yang telah menewaskan ratusan orang dan membuat ratusan ribu orang mengungsi.

PT Calpe Pharma, sebuah perusahaan farmasi Indonesia yang terdaftar, terpaksa mencari pasar baru di Asia Tenggara dan Afrika setelah pengirimannya ke Myanmar merosot setelah kudeta, kata Vidjongteos, direktur presiden.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan tim Kalbe di sana dan para distributor, karena obat-obatan masih dibutuhkan di sana, jadi kami terus berusaha memastikan…

Untuk membaca cerita selengkapnya

berlangganan sekarang

Mulai dari Rp 55.000/bulan

  • Akses tak terbatas ke konten kami di web dan aplikasi
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • Bonus berlangganan untuk berbagi
  • Bookmark dan fungsi mode malam di aplikasi
  • Berlangganan buletin kami

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO