Korban tewas pemerintah-19 meningkat menjadi 50.000 di Indonesia, total kasus lebih dari 1,8 juta

Jakarta, 28 Mei (Xinhua): Korban tewas akibat epidemi Kovit-19 di Indonesia telah meningkat menjadi lebih dari 50.000, menurut angka resmi.

Jumlah kasus Pemerintah-19 di Asia Tenggara telah meningkat 5.862 dalam 24 jam terakhir menjadi total 1.803.361, kata kementerian kesehatan, Jumat. Korban tewas naik 193 menjadi 50.100.

Menurut kementerian, 5.370 pasien yang pulih dipulangkan dari rumah sakit, sehingga jumlah pemulihan menjadi 1.654.557.

Virus telah menyebar ke 34 provinsi di negara itu.

Secara khusus, dalam 24 jam terakhir, 1.206 kasus baru yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Jawa Barat, termasuk Jawa Tengah 668, Jakarta 602, Rio 503 dan Nusa Tenggara Barat 451.

Tidak ada kasus baru yang dilaporkan di tiga provinsi di Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Indonesia sedang berjuang untuk mengendalikan epidemi.

Hingga 23 Mei, setidaknya 9,87 juta orang telah menerima dosis kedua dari vaksin Pemerintah-19.

Pemerintah juga menjalankan program imunisasi swasta bagi bisnis yang membeli vaksin yang dibeli pemerintah untuk bisnis yang akan memvaksinasi karyawan mereka.

Indonesia menargetkan untuk memvaksinasi 181,5 juta orang dalam 15 bulan untuk membangun kekebalan kawanan.

Dua pilot terluka dalam kecelakaan pesawat Jumat pagi di kota satelit Deborah di ibu kota Indonesia Jakarta, kata pejabat setempat.

“Dua orang selamat dan mereka telah dibawa ke rumah sakit. Kami masih menyelidiki lokasinya,” kata juru bicara kepolisian Depri Supriyadi dalam sebuah pernyataan, mengutip media setempat.

Menurut dia, kedua korban merupakan mahasiswa pilot dan instruktur pilot.

Pesawat itu bergetar sebelum bertabrakan dengan air.

Pihak berwenang saat ini sedang mengevakuasi pesawat gerbong tersebut. – Xinhua

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO