Media SUMSELGO

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di SUMSELGO

Indonesia bertujuan untuk memulihkan utang hampir RM33 miliar dari krisis keuangan Asia

JAKARTA: Indonesia telah membentuk satuan tugas aparat penegak hukum untuk melacak hampir $ 8 miliar (RM33 miliar) dana pemerintah yang belum dibayar yang tidak diserahkan kepada pemilik bank selama krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, kata para menteri pada hari Jumat .

Ketika ekonomi terbesar di Asia Tenggara runtuh, pemerintah memberikan miliaran dolar bantuan keuangan kepada bank-bank bermasalah selama krisis, membantu menggulingkan mendiang presiden Suharto yang kuat di tengah kerusuhan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Pertahanan Mahbud MD mengatakan dalam konferensi pers bahwa sebagian besar dukungan dari bank sentral dalam bentuk fasilitas arus kas tidak pernah dilunasi.

Gugus tugas, yang dibentuk setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan untuk memulihkan 110,45 triliun rupee ($ 7,72 miliar), termasuk pejabat dari beberapa kementerian, polisi dan kejaksaan.

“Semua akan kami ikuti dan kami berharap semua debitur dan debitur mau bekerja sama,” kata Mahbood.

“Mereka tidak bisa bersembunyi karena … semua orang (daftar debitur) memiliki,” tambahnya, bersikeras bahwa siapa pun yang harus membayar harus secara sukarela menyelesaikan masalah ini.

Gugus tugas juga dapat menargetkan aset atau pinjaman yang mendukung aset lainnya.

Mahbood, mantan hakim Mahkamah Konstitusi, memperingatkan bahwa jika tidak ada kasus pidana yang diajukan terhadap debitur, pihak berwenang dapat meluncurkannya jika orang tidak mematuhinya. Dia juga mengatakan mereka memiliki kemampuan untuk mengejar aset dan orang-orang di luar negeri.

Konferensi pers yang sama dapat mencegah pejabat mengakses pasar keuangan debitur, kata Menteri Keuangan Shri Mulyani Indira.

“Harapan kami dalam waktu tiga tahun bisa kembali sebagian besar atau seluruhnya,” ujarnya.

Para menteri hanya menyebut pemilik bank Takang Negara Indonesia yang sekarang sudah tidak aktif Sjamsul Narsalim, salah satu penerima dana negara, mengutip lusinan laporan media.

READ  Gempa sedang 4,9 sedang 100 km selatan Sevon, Indonesia pada pagi hari / Volcano Discovery

Awal tahun ini, perusahaan membatalkan gugatan terhadap Narsalim, mengutip putusan pengadilan atas pembiayaan banknya.

“Klien kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah kewajiban perbankan,” kata kuasa hukum Nazarim, Maktir Ismail, dalam keterangannya. – Reuters