Axiata dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi saham di penyedia internet Indonesia Link Net

KUALA LUMPUR (Bloomberg) – Axiata Group BhdOperator nirkabel terbesar Malaysia sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli saham di penyedia internet Indonesia PTLinknet, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Orang-orang mengatakan diskusi terus berlanjut antara Axiata dan penjual potensial, perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners dan PT First Media, anak perusahaan Lippo Group milik miliarder Riady.

Orang-orang, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan Axiata sedang mempertimbangkan opsi pada struktur kesepakatan potensial, termasuk membeli saham melalui unit yang terdaftar di Jakarta PT XL Axiata.

Orang-orang mengatakan tidak ada kepastian bahwa diskusi dengan Axiata akan menghasilkan kesepakatan. Perwakilan dari Axiata, CVC, First Media, Link Net dan XL Axiata menolak berkomentar.

Link Net memiliki kapitalisasi pasar 12,4 triliun rupee (857 juta dolar AS) berdasarkan harga penutupan Senin. CVC Capital Partners memiliki 36% dari Link Net sementara PT First Media memiliki 28%, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

CVC dan First Media mempertimbangkan untuk menjual saham mayoritas di Link Net pada awal tahun 2015 dan menarik minat dari perusahaan seperti PT Media Nusantara Citra, XL Axiata dan PT Indosat, kata orang yang mengetahui masalah tersebut saat itu.

Situs webnya, Link Net, didirikan pada tahun 1996, menampilkan teknologi broadband dan TV kabel berkecepatan tinggi kepada pelanggan di Indonesia. Layanannya terhubung ke 2,7 juta rumah, menurut presentasi perusahaan pada kuartal pertama. Ini melaporkan laba bersih 249 miliar rupee dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret, meningkat 26% YoY.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Media SUMSELGO