Pegawai Bappeda Pali Sebut Kedatangan Pendukung DHDS Seperti Preman Bikin Pegawai Histeris Ketakutan

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO – Aksi geruduk massa yang dilakukan Puluhan orang dari tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi (DH-DS) yang mendatangi kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (12/11) sekitar pukul 15.00 WIB ternyata menyisakan cerita mencekam bagi pegawai dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di kantor tersebut.

Kedatangan puluhan sekelompok orang yang dikomandoi oleh Mairil Apriyanto (Dibot) salah satu tim pemenangan Paslon Bupati PALI DH-DS itu, sontak mengejutkan pegawai dan Stap Kantor Bappeda Pali.

Muat Lebih

Seperti diakui oleh Sriwahyuni, salah satu TKS di kantor Bappeda tersebut, bahwa puluhan massa itu langsung masuk dengan cara tidak sopan.

“Saya tidak sempat menanyakan mereka dari mana, saya ketakutan karena diancam jika bergerak akan dipecahkan kepala, kami takut dan merasa tidak aman karena ini masih jam kerja”, ungkap Wahyuni.

Pengakuan Wahyuni juga dibenarkan oleh Cici W yang menyebut aksi mereka sangat Bar-bar. Mereka datang seperti preman, dengan mata merah, dan badannya bertato. Bahkan mereka mengancam akan memecahkan pintu kaca.

“Mereka memukul meja, yang membuat saya menangis dan ketakutan. Bahkan kepala kami diancam akan mereka pecahkan”ujar Cici sambil ketakutan.

Cici juga menyebut, rombongan massa tersebut merekam satu persatu pegawai menggunakan kamera pada telepon seluler mereka.

“Inilah wajah-wajah yang tidak ingin bekerja lagi”, kata Cici menirukan ucapan salah satu rombongan massa tersebut.

Sebagaimana diketahui, puluhan massa pendukung DHDS menggeruduk kantor Bappeda. Puluhan massa itu menuduh kantor Bappeda menyembunyikan kalender dan baliho Paslon nomor 02 HERO.
Kepada wartawan, Mairil Aprianto, anggota tim DH-DSbmengatakan, pihaknya menduga di dalam kantor tersebut menyimpan alat peraga kampanye (APK) paslon nomor urut 2, Heri Amalindo-Soemarjono (Hero).

“Kami menerima laporan adanya alat peraga kampanye keluar dari kantor Bappeda. Setelah kami datangi kantor Bappeda, kami menemukan beberapa spanduk dan kalender bergambar Heri Amalindo,” katanya di kantor Bappeda.

Mairil meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PALI untuk menindaknya sebagai pelanggaran Pilkada.

Sedangkan Ahmad Jhoni, PLT Bappeda Kabupaten Pali mengatakan, kedatangan tim DH-DS itu Sweeping alat peraga kampanye (APK), mereka menggeledah satu persatu sisi kantor dan mereka tidak menemukan apa yang mereka sangkakan, hanya mendapatkan sepanduk lama FPTI, berhubung saya Ketua FPTI, terang Jhoni.

Jika ASN kami, kata Sekda Pali Syahron Nazil. Ada keterlibatan dan ketidak netralan dalam Pilkada Pali maka akan kita serahkan kepada Bawaslu, nantinya Bawaslu yang akan menangani secara administrasi aturan pemerintahan, terangnya.

“Tapi ini ada dua sisi, satu sisi dari penyelenggara pilkada kedua dari sisi penyelenggara pemerintahan, bahwa disini ada tindakan intimidasi terhadap penyelenggara pemerintahan. Jika memang ada pelanggaran pilkada ada Bawaslu dan proses hukum. Tapi disini ada masalah lain yang berkaitan dengan permasalahan hukum, semuanya tentu kita serahkan kepada kepala Bappeda apakah mau dilaporkan ke polisi atau tidak”, tutup Sekda. (red)

Pos terkait