Soal Bagikan Beras Ke Warga, Ini Penjelasan Sri Kustina

  • Whatsapp

PALI – SUMSELGO | Usai dituduh melakukan pelanggaran penyelenggaraan pemilihan umum oleh tim pemenangan Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi (DH-DS), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Dapil Sumsel II dari Fraksi Nasdem, Ir Hj Sri Kustina akhirnya buka suara.

Kepada sejumlah wartawan di Talang Ubi PALI, Selasa (03/11/2020) Sri Kustina mengungkapkan bahwa tuduhan yang dilayangkan kepadanya merupakan tuduhan yang tidak mendasar. Mengingat apa yang dilakukannya adalah melaksanakan kewajiban dirinya sebagai anggota DPR RI.

Muat Lebih

“Itu pertanggungjawaban moral dan politik saya kepada masyarakat di dapil saya. Secara moral saya merasa terpanggil untuk bertemu dan mendengar aspirasi masyarakat yang saya wakili. Kan itu wajib saya lakukan karena merujuk pada UU MD3” ungkap Sri Kustina.

Sri Kustina pun menjelaskan, jika kunjungannya bukan sekadar membagikan sembako, tetapi juga dalam rangka manampung aspirasi masyarakat di dapil tersebut.

“Ini sudah menjadi agenda rutin saya di setiap kegiatan reses. Saya ingin dekat dengan warga di daerah pemilihan saya dan saya ingin mendengar langsung suara hati masyarakat. Jadi jangan dipolitisir dan dikaitkan dengan momen pilkada. Itu beda urusannya” katanya.

Sri Kustina juga menjelaskan, sejak pandemi covid 19 ini dirinya gencar turun ke tengah masyarakat. Selain mendengar aspirasi mereka, Sri Kustina merasa terpanggil atas kesulitan yang dihadapi masyarakat.  Karena itulah dirinya selalu memberikan bantuan beras kepada warga yang membutuhkan. Bahkan tidak jarang dirinya masuk sampai pelosok desa, naik perahu menyusuri sungai.

Apalagi kegiatan ini bukan hanya dilakukan di kabupaten PALI tapi hampir di seluruh kabupaten yang masuk daerah pemilihan Sumatera Selatan 2. Sebagai contoh, di Ogan Ilir dilakukan bulan Juli lalu, Agustus di Kabupaten Lahat dan September lalu di beberapa kabupaten lainnya.

Di akhir dia meminta kepada masyarakat Pali dan sekitarnya untuk tidak mudah terprovokasi atas pemberitaan yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri. Karena dari hati terdalam dia berkeinginan membantu meringankan beban masyarakat dengan berbagi sembari menyerap aspirasi warga.

Sementara itu, ditempat terpisah Kuasa Hukum Paslon Nomor 2 HERO, Firdaus Hasbullah SH
Kuasa hukum paslon O2 meminta kepada tim paslon kompetitor untuk tidak jgn mengaitkan reses ibu Sri Kustina dengan aktifitas paslon HERO.
“Kami meminta kepada kawan-kawan dari Paslon 1 untuk tidak mempolitisir kegiatan reses ini dengan agenda kami 02. Karena memang tidak ada kaitannya sama sekali. Mohon kita saling menghormati” ungkap Firdaus.

“Kegiatan reses DPR RI dan pilkada adalah dua hal yang berbeda. Saya juga heran, Ibu Sri Kustina yang melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat dan berniat membantu masyarakat justru dianggap melanggar pilkada” tandas Firdaus. (*/ish)

Pos terkait