CATAT!!! Paslon Petahana Hanya Wajib Ajukan Cuti Saat Kampanye

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Ketua KPU PALI Sunario SE menjelaskan calon petahana tidak perlu mundur dari jabatan saat mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada). Namun wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara saat memasuki masa kampanye.

“Ketentuan cuti diatur dalam Pasal 70 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 10/2016 yang mengatur pilkada. Dia menyatakan, turunan dari pasal itu telah dituangkan pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9/2016 tentang Pencalonan,” ujar Sunario (2/10/2020).

Muat Lebih

Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah gubernur, bupati dan walikota pada pasal 70 ayat 3 menyatakan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota yang mencalonkan kembali pada daerah yang sama dalam melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan.

Kemudian Peraturan KPU Nomor 18 tahun 2019 atas perubahan perubahan kedua PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan walikota, wakil walikota pada pasal 4 ayat 1 huruf r menyatakan secara tertulis bersedia cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye yang mencalonkan diri di daerah yang sama.
“Aturannya sudah jelas. KPU sudah harus menerima surat cuti saat penetapan calon pada 6 Oktober 2020 akan datang,” tegas Sunario.

Sementara itu sambungnya, terkait paslon Heri Amalindo yang sebelunya dalam kondisi sakit terpapar Corona, makan tahapan-tahapan Pilkad dijadwalkan ulang, baik tahapan tes kesehatan, penetapan kelengkapan dokumen dan penetapan pasangan calon.

“Hasil tes positif Corona tidak menggugurkan pendaftaran bakal paslon hanya dilakukan penjadwalan ulang.

“Sudah diatur dalam PKPU Nomor 10 tahun 2020.  untuk pemeriksaan kesehatan, pihak KPU akan menjadwalkan kembali usai masa karantina. Itu jelas di KPPU  jika terdapat bapaslon yang terkonfirmasi positif corona, akan dilakukan penjadwalan ulang, baik itu kesehatan dan penetapan” terangnya. (wmg02)

Pos terkait