10 Qori Qoriah Wakil PALI Juara, Dua Peserta Juara 1

  • Whatsapp
Dewi Ainurrahmah

PALI, SUMSELGO | Alhamdulillah, atas suport dan dukungan pemerintah  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibidang agama,  membuahkan hasil yang cukup signifikan, dua diantaranya  juara 1 di  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Kejuaraan MTQ tingkat Sumsel ini digelar selama enam (6) hari tanggal 5-11 September 2020 di Kota Palembang tersebut,  sebanyak 10 peserta asal Bumi Serepat Serasan secara keseluruhan meraih gelar juara.

Muat Lebih

“Total 10 orang juara. 2 peserta diantaranya juara 1 an, Dewi Ainurrahmah 20 juz. Nurussofa Laila karya tulis ilmiah,” ungkap KH Abah Yuris Al Palimbani selaku Pembina kontingen Kabupaten PALI, Selasa (15/9/2020).

Staff khusus Bupati PALI bidang keagamaan ini menjelaskan, dari berbagai cabang perlombaan wakil PALI ada meraih gelar juara.

Daftar peserta yang meraih gelar juara diantaranya: Dewi Ainurrahma 20 juz juara 1. Nurussofa KTI juara 1. Ayuni tafsir b. Indo juara 2. Iqbal tafsir b. Arab juara 3.

Agus 20 juz harapan 1. Aulia Aziz tafsir b. Inggris harapan 3. Maulana KTI juara 2.

Susi qiroat murottl mujawwad juara 2.

Makruf qiroat sab’ah harapan 1 dan

Nia 10 juz harapan 1.

Sementara, Nurussofa Laila Juara 1 kategori Karya Tulis Ilmiah menuturkan, bahwa menulis dan membahas Jihad Medis dalam Penanganan Covid-19.

Dimana, sesuai tema yang ditetapkan pihak Provinsi Sumsel, patriotisme dan media sosial.  Ia menulis Jihad Medis dalam Penanganan Covid-19 melihat fonomena saat ini.

Dimana, seluruh dunia terkena dampak, bukan hanya kesehatan namun ekonomi yang jadi multi aktual.

“Apa saja yang harus disiapkan menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Kalau dulu perang, nah sekarang lebih kita utamakan kesiapan mental, baik tenaga medis maupun pemerintah.” kata Sofa sapaan gadis 20 tahun ini.

Dalam tulisannya sebanyak 13 lembar ini terus update terkini jumlah pasien Covid-19 dan berapa jumlah tenaga medis yang gugur

Selain itu, dalam tulisan tersebut, lanjut dia, ada rumusan masalah dan tujuan yabg sudah ia observasi selama dua bulan dalam mengumpulkan bahasan yang ditulis selama delapan (8) jam dalam perlombaan.

Bagaimana Covid-19 bisa menjadi Pandemi Interpretasi i’dadul quwwah dalam penanganan Covid-19, penjelasan serta jabaran isi masalah dan terakhir, kesimpulan dan solusi dari makalah.

“Menyiapkan generasi medis, sambil kita pelatihan unuk santri, ahar bisa turut menjadi perawat, dokter atau apoteker, minimal santri bisa mengobati di pondok mereka sendiri.” katanya.

Kebanyak daripada santri mempunyai harapan untuk menjadi dokter. Hanya saja, mungkin terkendala biaya.

“Kemudian kita Evaluasi biaya pendidikan, agar ditekan sehingga semua kalangan bisa masuk jurusan medis.” jelasnya.

“Selain itu, kita juga berharap agar warga tetap menjalankan protokes dengan jaga jarak, jaga imun tubuh dan jaga iman,” ujarnya. (ril/wmg02)

Pos terkait