Manfaatkan Lahan Tidur, Solusi Tanam Sayuran Ditengah Pendemi

  • Whatsapp
Warga Desa Nunjungan Lahat juga menerima bantuan secara simbolis dari Sri Kustina.

PALI, SUMSELGO | Dinas Pertanian kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sejak beberapa bulan terakhir terus menggalakan pemanfaatan lahan tidur untuk di tanam sayur-sayuran, bekerjasama dengan petani lokasi di kawasan Sungai Limpa, Kecamatan Talang Ubi, PALI.

Pemanfaatan lahan tidur tersebut, diharapkan mendorong ketahanan pangan sekaligus desa percontohan tangkal Covid19. Dengan tujuan, pada masa pandemi ini ketahanan pangan khusunya jenis sayuran dapat memanimalisir kekurangan stok sayur di pasaran.

“Kita bekerjasama dengan petani lokal yang ada di sekitar lahan. dalam pemanfaatan lahan kosong yang ada di Kelurahan Handayani, untuk penanaman tanaman pangan dan holtikultura. Seperti menanam, kangkung, labu, pare, terong dan sayur gambas, bayam dan cabai,,” ujar Plt Kadis Pertanian PALI Erizon beberapa waktu lalu.

Jajaran Polres PALI Koramil dan unsur muspida panen perdana sayuran di Kecamatan Talang Ubi beberapa waktu lalu.

Dijelaskanya, kenapa memilih jenis tanaman sayur, karena masa panen lebih cepat dan pemeliharaannya lebih mudah, dan beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah memanen beberapa jenis sayuran, bersama Kapolrer PALI Babinkantibmas dan Koramil 404/03 Talang Ubi dan masyarakat sekitar.

“Bertanam sayuran tidak menunggu waktu lama, dan juga tidak membutuhkan lahan yang luas bahkan di pekarangan rumah juga dapat dilakukan, dan beberapa hati lalu kita juga menanam semangka bersama petani binaan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu sambung Herizon mengajak petani dan masyarakat untuk mengalakan bertanam sayur selain untuk kebutuhan keluarga juga bisa menambah penghasilan jika benar-benar di tekuni. Apa lagi warga yang memiliki lahan kosong yang luas bisa dimanfaatkan bertanam sayur.

Sementara itu anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Husni Thamrin juga menyerukan ajalan kepada para petani untuk kembali mengelola lahannya agar ditanam komoditi bahan pangan. Hal ini lantaran, mengingat keterpurukan para petani karet akibat harga getah karet kian menurun dan tak kunjung membaik dan jaga masa pendmi saat ini.

“Dulu, daerah Desa Sungai Baung kemudian Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi adalah penghasil pisang serta sayuran. Nah, disaat sekarang ini yang mana bertani karet masih lesu. Artinya, petani dan Pemkab PALI bersinergi dan saling mendukung, mudah-mudahan kesulitan petani di PALI bisa teratasi dan penyediaan bahan pangan tidak lagi bergantung pada daerah lain,” jelasnya. (wmg02)

Pos terkait