Tekan Karhutla, 9 Unit Heli Water Bombing Satu Pesawat Patroli Disiagakan

  • Whatsapp
"https://www.sumselgo.com/wp-content/uploads/2020/03/5-program.jpg"
Palembang,SUMSELGO |  Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Rabu (29/7/202) sore meninjau secara langsung peralatan pemadaman kebakaran hutan yakni  Water Bombing Helikopter sebagai salah satu upaya   antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan.
Dalam tinjauannya di Base OP Lanud Talang Betutu Palembang tersebut Herman Deru mengecek satu persatu dari 9 unit Water Bombing Helikopter yang ada. 8 helikopter diantaranya  diantara langsung didatangkan  dari Rusia dan 1 unit lagi  helikopter berasal dari Amerika.

Gubernur menyebut, disaat anomali cuaca yang memasuki musim kemarau ini, Pemprov Sumsel dan pihak  terkait lainnya sudah melakukan upaya antisilasi  guna mencegah terjadinya karhutla di Sumsel pada tahun ini.

“Masyarakat Sumatera Selatan juga saya ajak untuk ikut terlibat langsung dalam antisipasi karhutla ini. Kita akan bentuk Satgas khusus yang SK-nya segera saya tandatangani. Kita tetap berdoa tahun ini meskipun sudah masuk musim kemarau namun karhutla tidak terjadi. Apalagi cuaca tetap bersahabat hujan masih turun di Sumsel,” tegas Herman Deru.

Muat Lebih

Dia menyebut pesan serta  masyarakat sangat  penting dalam mencegah karhutla di Sumsel ini. Dengan demikian seluruh pihak satuan tugas termasuk  didalamnya kolaboratif antar unsur POLRI/TNI, serta pemerintah daerah.

“Dengan melihat 9 water bombing yang siaga dengan 8 unit kapasitas 4 ton berasal dari Rusia dan 1 unit kapasitas 5 ton berasal dari Amerika yang besar sekali. Dan satu pesawat patroli dan satu pesawat cesna, begitu lengkapnya peralatan dengan pembiayaan yang dibilang hampir unlimited. Kita satgas kolaboratif unsur Tni/Polri serta pemerintah daerah tetap saja yang paling penting adalah peran masyarakat.” katanya

Dia menyebut pada tahun ini satuan tugas sudah melakukan water bombing sabanyak 600 kali yang sangat berpengaruh hingga saat ini.

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, jangan biarkan setitik api pun dan sekecil apapun terjadi,” imbuhnya.

Dia menyebut, dengan 1,4 juta lahan gambut yang berpotensi kebakaran di 10 kabupaten/kota yang rawan kebakaran lahan antara lain Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyusin, Pali, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Muratara, Musi Rawas, dan Muara Enim. HD berharap seluruh masyarakat sumsel dapat memberikan informasi titik api guna mencegah karhutla.

“kita sadari Sumsel dengan 1,4 juta lahan gambut  berpotensi kebakaran yang dapat terjadi karena ulah manusia dan karena alam itu sendiri jadi ini perlu kewaspadaan dan informasi dari masyarakat bahwa para pekerja di udara, para pekerja di darat, bahkan kelompok- kelompok masyarakat tentu berharap masyarakat ini memberikan informasi titik api guna mencegah terjadinya kebakaran lahan.” harapnya

Dengan Peralatan lengkap dan pembiayaan sudah sangat siap HD juga menegaskan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapat Teknologi ( BPPT)  siap untuk melakukan hujan buatan.

Dengan menggunakan standard Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) Ia mengatakan bahwa pada tahun 2020 ini memasuki batas normal dan tidak menganggu penerbangan udara.

“Kita menggunakan standar Ispu yang sampai sekarang Alhamdulillah ditahun 2020 ini normal, Jadi ukurannya itu bukan kabutnya dan ada standard penerbangan, sampai sekarang belum ada satupun pesawat yang delay dikarenakan kabut asap.” katanya.

Pada tahun 2020 ini agak berbeda Gubernur Sumsel telah menunjuk Bupati/ Walikota sebagai Ketua Satuan Tugas di masing-masing kabupaten/kota serta memberikan pendanaan 45 Miliar.

“Tahun ini berbeda saya bukan hanya menunjuk Bupati/walikota untuk menjadi Satgas Provinsi dan menjadi ketua satgas di Kabupaten/kotanya tapi kita biayai juga dengan pendanaan 45M yang termasuk juga belanja benda tidak habis pakai,” paparnya.

HD juga menerapkan sanksi kepada para pembuat kebakaran lahan sesuai Undang-Undang yang berlaku kepada para pelaku pembakaran serta pemilik lahan.

“Kita akan kenakan sanksi sesuai UU yang berlakku baik Peraturan Menteri LHK 10 tahun 2010 dan segala turunannya. Jika dulu hanya pelaku namun sekarang saya minta satgas untuk menyelidiki si pemilik lahan tersebut termasuk perorangan yang membiarkan lahannya terbengkalai dan mengakibatkan kebakaran mak akan ditindak,” tandasnya. (ril/hms)

Pos terkait