Upal Berbahan Kertas HVS Gagal Beredar di PALI, Waspada Sudah Beredar Rp 1,5 Juta

  • Whatsapp
Wakapolres PALI KOmpol Rizvy didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi saat gelar ungkap kasus peengedar Upal dihalaman Mapolres PALI.

PALI, SUMSELGO | Pasca Sat Reskrim Unit Pidana Khusus Polres PALI, berhasil mengagalkan peredaran uang palsu (Upal) dan dua pelaku. Dari hasil penyidikan kedua pelaku mengaku upal tersebut di cetak dengan menggunakan bahan kertas HVS.

Hal tersebut tegrungkap, saat jajaran Satreskrim menggelar press realese ungkap kasus dalam sepekan, Rabu (1/7/2020) pukul 10.30 WIB, di halaman Mapolres PALI.

Muat Lebih

Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Wakpolres  Rizvy menjelaskan,  dalam kegiatan itu pihkanya merilis tiga tersangka  peredaran upal dan pelaku kasus perampokan terhadap pelajar. Kedua pelaku pelaku pengedar upal itu yakni, Rino Ardino (41) dan Taeng (38) keduanya warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Spesialis perampok sepeda motor jenis metik Honda Beat tersebut adalah, Sugito alias Fito (27) warga Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).  Bukti laporan korban Nomor : LP/ B – 59/ III/ 2020/ Sumsel /Sek. Penukal Abab/Res.Pali tanggal 18 Maret 2020.

“Kronoligis kejadian, 18 Maret sekìra pukul 13.30 WIB, korban seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun, tengah melintas di lokasi dengan mengendarai sepeda motor honda beat hitam. Kondisi jalan sepi, pelaku langsung mencegat korban dan meodongkan senoi, meminta dengan paksa kepada korban untuk menyerahkan sepeda motor dan handphone (HP) merk VIVO, tak ketinggalan kamera digital milik korban juga dibawa kabur kedua pelaku,” terang  Rizvy.

Sementara dua pelaku pengedar upal, diamankan ketika tengah bertransaksi di sebuah warung di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal pada Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WIB. Aksi kedua pelaku, diketahui setelah pemilik warung berteriak bahwa uang yang dibelanjakan oleh pelaku adalah palsu. Jelas saja, keduanya yang sebelumnya sudah menjadi target polisi saat beraksi di kawasan Kecamatang Talang Ubi, keduanya langsung diamankan setelah teriakan pemilik warung.

“Rabu tanggal 23 Juni 2020 di Depan PLN Pendopo, keduanya mendapat uang palsu dari salah orang Sbr (DPO) sebanyak Rp 4.000.000, kemudian keduanya dengan menggunakan sepeda motor mengedarkan upal tersebut dengan membeli rokok, bahkan narkotika jenis sabu-sabu. Sementara total yang sudah sempat beredar sebanyak Rp 1.500.000.
Kemudian peredaran upal itu berlanjut ke Kecamatan Penukal,” beber   Rizvy.

Wakapolres masih kata Wakapolres, kasus peredaran Upla tersebut masih dalam pengembanga, apaka ada sindikat atau tidak dan yang pasti penyidik masih melakukan pengembangan terhadap By yang diduga memberikan Upal itu kepada kedua pelaku untuk diedrakan.

Apakah kasus peredaran Upal jariangan dari Lubuklinggau yang kebertulan dimankan bersamaan di Polres masing-masing?

“itu juga masih dalam pengembangan, dan dari hasil penyidikan sementara, Upal itu duicetak bukan di PALI dan bahan baku dari kertas biasa yakni kertas HVS,” terang Wakapolres sembari mengatakan, kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 36 ayat 2 dan4, Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang,” sementara saat ini penyidik masih melakukan pengembangan terhadap pelaku SBR yang memberikan uang itu. (wmg02)

Pos terkait