Diduga Serobot Lahan, Kelompok Tani Ancam Blokir Jalan Pihak PT GBS tak Hadir

  • Whatsapp
Tampak perwakilan Kelompok Tani Sinar Meriu Desa Batung Kecamatan Abab Kabupaten PALI mengikuti koordinasi dengan anggota DPRD PALI.

PALI, SUMSELGO | Puluhan warga yang tergabung alam Kelompok Tani Sinar Meriu Desa Batung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mendatangi kantorDPRD PALI. Mereka  menuntut pihak PT Golden Blossom Sumatera (GBS) untuk mengembalikan lahan seluas 1.150 hektar, lantaran menurut meraka  pihak perusahaan telah melakukan penyerobotan.

Setelah mendatangi  kantor DPRD PALI, warga diterima langsung ketua DPRD PALI H Asri AG dan ketua komisi I Suarno, untuk melakukan koordinasi permaslahan itu.

Muat Lebih

Menurut mereka dari perwakilan kelompok tani kami dibentuk tahun 1981 dan telah mengelola lahan itu. Tetapi saat ini diserobot PT GBS. Untuk itu kami meminta lahan itu dikembalikan, kerana lahan diserobot seluas 1.050 hektar.

“Kami meminta Dewan untuk memfasilitasi kami untuk menuntut lahan dikembalikan oleh PT GBS, Hasan Basri juga meminta PT EPI, perusahaan mobilisasi batubara yang telah membangun akses jalan dan itu  lahan milik kami,” ungkap Hasan Basri, Ketua Kelompok Tani Sinar Meriu, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskanyam, untuk jalan PT EPI, lahan mereka sudah digunakan sepanjang 5.000 meter dengan lebar 30 meter. Karena jalan itu telah dibangun, kami minta ganti rugi, sebab lahan yang dipakai adalah lahan milik kelompok tani.

“Kami juga meminta kedua perusahaan itu untuk membuka saluran sungai yang ditimbun dengan membuat gorong-gorong,” terangnya lagi.

Masih kata  Basri, pihaknya juga bakal lakukan aksi lanjutan apabila tuntutannya tidak ada respon dari dua perusahaan itu.

“Alhamdulillah tadi kami sudah  difasilitasi anggota Dewan untuk lakukan pertemuan dengan PT EPI, hanya yang disayangkan dari pihak GBS tidak hadir. Namun dalam dua minggu kedepan akan ada pertemuan lagi,” ungkapnya seraya menrangkan  pihkanya mengancam memblokir jalan.

Manager operasional PT EPI, Jabat mengemukakan, bahwa pihaknya telah melakukan pembelian lahan untuk bangun jalan dari warga setempat yang saat ini diklaim kelompok tani Sinar Meriu.

“Surat menyurat pemilik lahan menjadi dasar kami untuk lakukan pembelian lahan. Dan hal itu sesuai prosedur kami sebelum membangun jalan,” terangnya. (ril/wmg02)

 

Pos terkait