Sat Reskrim Polres PALI Gagalkan Peredaran Upal, Beli Rokok BBM Bahkan Narkotika Jenis Sabu

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Sat Reskrim Unit Pidana Khusus Polres PALI, berhasil mengagalkan peredaran uang palsu (Upal) dan dua pelaku. Aksi keduanya  pupus saat melakukan transaksi di salah satu warung manisan di kawasan Kecamatan Penukal, setelah keduanya mengedarkan di kawasan Kecamatan Talang Ubi.

Kedua pelaku itu adalah, Rino Ardino (41) dan Taeng (38) keduanya warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Mereka diamankan polisi
ketika tengah bertransaksi di sebuah warung di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal pada Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WIB.

Muat Lebih

Aksi kedua pelaku, diketahui setelah pemilik warung berteriak bahwa uang yang dibelanjakan oleh pelaku adalah palsu. Jelas saja, keduanya yang sebelumnya sudah menjadi target polisi saat beraksi di kawasan Kecamatang Talang Ubi, keduanya langsung diamankan setelah teriakan pemilik warung.

Rabu tanggal 23 Juni 2020 di Depan PLN Pendopo, keduanya mendapat uang palsu dari salah orang Sbr (DPO) sebanyak Rp 4.000.000, kemudian keduanya dengan menggunakan sepeda motor mengedarkan upal tersebut dengan membeli rokok, bahkan narkotika jenis sabu-sabu. Sementara total yang sudah sempat beredar sebanyak Rp 1.500.000.
Kemudian peredaran upal itu berlanjut ke Kecamatan Penukal.

Ketika tengah bertransaksi di sebuah warung di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal pada Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WIB, Pelaku membeli sebungkus rokok seharga Rp 15.000 dan dibayar dengan uang diduga palsu pecahan Rp 100.000.

“Kemudian pemilik warung berteriak kepada tersangka bahwa uang tersebut palsu, kebetulan sudah anggota Kepolisian Polres PALI tengah lakukan patroli, dan sebelumnya sudah melakukan penyelidikan atas beredarnya upal itu, keduanya berhasil diamankan dan diamankanya pelaku ini tak lepas dari kerjasama masyarakat, khusunya korban,”kata

Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi SIĶ melalui Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi dalam keterangan perssnya. Jumat (26/6/2020).

Barang bukti diamankan sambung Rahmad, berupa uang palsu sebesar Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) pecahan Rp. 100.000 ( seratus ribu rupiah).uang Palsu sebesar Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) pecahan Rp. 100.000 ( seratus ribu rupiah) , uang Asli sebesar Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) pecahan Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Revo Warna Hijau Hitam.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 36 ayat 2 dan4, Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang,” sementara saat ini penyidik masih melakukan pengembangan terhadap pelaku SBR yang memberikan uang itu. (wmg02)

Pos terkait