PALI Akan Terapkan New Normal, Bupati: Bukan Diartikan Dibebaskan Tetapi Tetap Pematuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat dalam menindaklanjuti keputusan presiden RI Jokowi yang menyatakan Kabupaten PALI menjadi salah satu dari 102 daerah yang boleh menerapkan new normal.

Senin (1/6/2020) di aula kantor Bupati PALI, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh elemen, seperti DPRD PALI, TNI, POLRI, Kejari, Kementerian Agama, Tokoh Masyarakat, KNPI, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI.

Muat Lebih

Rapat yang dipimpin langsung Bupati PALI H Heri Amalindo, ia menjelaskan New normal diketahui merupakan kehidupan dimana lebih mengedepankan kedisiplinan Dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus corona.

“Langkah awal kita adalah mensosialisasikan ke masyarakat apa itu new normal. Sebab new normal bukan diartikan dibebaskan lagi, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan bahkan lebih disiplinkan lagi,” kata Heri Amalindo.

Sementara itu sambungnya, saat diberlakukan new normal, penjagaan dan pengawasan bakal lebih diperketat lagi supaya tidak terjadi penyebaran Covid-19. Dimana sebelumnya sudah dilakukan dan perlu ditingkatkan.

“Dua atau tiga hari kedepan kita akan rumuskan kembali aturan-aturan terkait penerapan new normal bahkan berikut sanksi sosial yang akan diberikan kepada masyarakat yang membandel. Serta saat new normal, pos-pos penjagaan di perbatasan bakal lebih diperketat,” ungkapnya.

Bupati juga kembali mengimbau masyarakat PALI tetap patuhi anjuran pemerintah bahkan lebih disiplin lagi.

“Untuk masyarakat masuk wilayah PALI atau beraktivitas diluar rumah harus pakai masker, kalau tidak demikian bakal kena sanksi. Maka itu kami mengimbau masyarakat mari bersama-sama melawan Covid-19 ini agar PALI tetap aman dan terbebas dari wabah ini,” imbunya.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten PALI menjelaskan bahwa setelah tim rumus terbentuk, tugasnya adalah membuat prosedur atau SOP untuk mengatur pelaksanaan new normal.

“Membuat kebijakan-kebijakan tentang SOP new normal. Mudah-mudahan dua atau tiga hari kedepan bisa keluar sebagai lampiran keputusan bupati sebagai kesiapan PALI terapkan new normal. Adapun upaya sosialisasi ke masyarakat, kami ajak semua elemen untuk menyampaikannya ke masyarakat apa itu new normal, karena bencana ini adalah urusan kita bersama,” terang Junaidi. (ril/ns/mc)

Pos terkait