Presiden Restui 4 Daerah di Sumsel Terapkan New Normal, PALI Salah Satunya dan Masuk Zona Hijau

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Instruksi Presiden Joko Widodo disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memberikan kewenangan kepada 102 kabupaten/kota yang saat ini masuk ke dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau New Normal.

“Dengan catatan seluruh wilayah yang berada di zona hijau ini harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan hati-hati terhadap ancaman Covid-19,” tegas Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Graha BNPB. (30/5/2020).

Muat Lebih

Dia menjelaskan, Gugus Tugas Pusat akan terus memberikan arahan dan evaluasi terhadap segala kegiatan di tiap wilayah dan terus berkomunikasi dengan Gugus Tugas di provinsi maupun kabupaten/kota. Pengambilan keputusan mengenai bidang yang akan kembali dibuka perlu dilakukan.

“Intinya keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat tergantung, kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan. Seterusnya setiap daerah juga harus memperhartikan ketentuan tentang testing yang masive, tracing yang agresif, isolasi yang ketat serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19,” kata Doni sembari menegaskan dalam keterangan perssnya jika dalam perkembangannya ditemukan kenaikan kasus maka tim gugus tugas tingkat kab/kota bisa memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali.

Sebelumnya, Bupati PALI H Heri Amalindo mengungkapkan dalam skenario mencegah penularan, langkah-langkah inti protokol kesehatan masyarakat dapat tetap diterapkan. PALI sejak tiga bulan terakhir sudah berupa maksimal dalam memutus mata rantai Covid-19.

“New Normal, bahkan sejauh ini  sudah dilakukan perencanaan bahkan SOP untuk skenario new normal. Ada poin penting dalam new normal untuk Kabupaten PALI sambung Heri Amalindo, diantaranya peningtakan mutu SDM,  perkonomian (ekonomi produktif, UKMK, transaksi jual beli), kesehatan, pelayanan publik dan pembangunan terus berjalan di tengah pedemi saat ini. Ini semua untuk transisi menuju new normal, perlunya dukungan seluruh elemen masyarakat khususnya  kedisiplinan, ketaaatan masyarakat sangat penting, sehingga pada pelaksaanya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain dari pada itu, tugas kita bersama khsunya Gugus Tugas tetap meningkatkan kinerja dalam percepatan penanganan Corona. Deteksi cepat Covid-19, menguji, isolasi, merawat dan melacak kontak (tracing) dan sosialisasi yang massif.

“Masyarakat tetap menggunakan masker saat bepergian, jaga jarak dan hindari kerumunan dan berpergian ke daerah zona merah jika tidak ada keperluan mendesak. Masyarakat seharusnya bisa lebih sadar dan disiplin serta mengindahkan himbauan pemerintah, hal ini muarahnya untuk menekan jumlah PDP,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda PALI Ahmad Jhoni membenarkan jajaran pemerintah Kabupaten PPALI sebelumnya telah melakukan pembahasan mengenai new normal. Pembahasan tersebut dilakukan bersama Forum Komunikasi Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Unsur Kementerian Agama, dan Tokoh Masyarakat beberapa pekan lalu. Pada pembahasan tersebut, telah disepakati beberapa poin dalam menyongsong New Normal di Kabupaten PALI.

1. Bahwa Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir siap menghadapi era new normal dengan melakukan penyesuaian sistem dan prosedur dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan.
2. Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menyongsong era new normal membentuk kelompok kerja untuk menyusun rencana kerja dan rencana aksi dalam pengawasan dan penyesuaian pada:
a. Bidang Pendidikan seperti, melakukan penyesuaian jam belajar dan rombongan belajar serta penyediaan sarana prasarana kesehatan di sekolah
b.Bidang Kesehatan seperti:
Melakukan upaya pencegahan melalui edukasi dan penguatan tubuh serta tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Melakukan upaya penyediaan fasilitas dengan membangun ruang isolasi baru. Bidang Sosial seperti melakukan pengawasan pencegahan kerumunan massa. Bidang Ekonomi seperti melakukan pengaturan protokol Kesehatan di pasar tradisional, rumah makan dan hotel-hotel.  Melakukan Edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk melibatkan diri dalam pencegahan penyebaran Covid- 19. Tetap Melakukan pengawasan arus keluar maşuk orang melalui gugus tugas Covid-19.
3. Rekomendasi saran agar Pemerintah Pusat mengeluarkan regulasi sebagai landasan hukum untuk penegakan hukum terhadap pelaksanaan perubahan sistem dan prosedur dalam rangka new normal dari pendekatan persuasif ke pendekatan imperative.

“Harapanya, adalah perekonomian, pendidikan, pelayanan publik, ekonomi produktif, kesehatan masyarakat, pelayanan public dan percepatan pembangunan berbagi sector tetap jalan, tak ketinggalan juga ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Jhoni mencontohkan pada pelaksanaanya nanti, seperti di Pokja pendidikan, nanti yang paling pokok adalah menjalanakan protokol kesehatan,  proses belajar mengajar dilakukan secara bergantian atau ship. Sementara bidang ekonomi pasar nanti diberlakukan ganjil genap.

“Contoh, pedagang selain menjalankan protokol kesehatan, nantinya akan diberlakukan ganjil genap, jadi lapak yang berdekatan, mereka gantian berjualan ada jarak, misal hari ini genap berdagang, sementara ganjil besoknya berdagang,” Jhoni mencontohkan.

Sementara untuk proses belajar mengajar juga hamper sama dengan pasar, misalkan kelas 1 ada dua kelas, mereka belajar  bergantian begitu juga dalam proses belajar mengajar mereka wajib jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, sekolah dilengkapi pelengkapan seperti alat pengecekan suhu tubuh.

“Sementara Pokja kesehatan, peningkatan alat kesehatan, menekan  lonjakan kasus, misalkan, kesiapan alat atau media medis, kesiapan rumah sakit  dan lain-lain. Sementara, bidang pertanian juga akan didorong sehingga ketersediaan pangan,  mutu,  distribusi pangan dan hargo tetap terjaga,” beber Jhoni. (ril/wmg02)

Adapun empat kabupaten/kota dari 102 wilayah tersebut meliputi:

  1. Kota Pagar Alam
  2. Penukal Abab Lematang Ilir
  3. Ogan Komering Ulu Selatan
  4. Empat Lawang

 

 

Pos terkait