Terapkan Physical Distancing, Pengurus Rumah Singgah HA dan FPTI PALI Bagi Takjil ke Rumah-rumah Warga

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Mengindahkan himbauan Pemerintah ditengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, pembatasan interaksi dengan cara physical distancing. Dalam menjalankan program indahnya berbagi di bulan suci Ramadhan, pengurus rumah singgah HA Heri Amalimdo dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) PALI, kembali bagikan Takjil ke rumah-rumah warga yang tengah menjalani puasa.

Seperti pekan lalu, pengurus yang lebih kurang 10 orang membagikan takjil ke rumah warga menggunakan masker, jaga jarak dan hanya dibolehkan dua orang yang menyerahkan takjil ke warga, selain itu juga makanan dan minuman yang dipesan dari usaha rumahan pengurus FPTI sehingga kesehatan dan kebersihan lebih terjamin.

Muat Lebih

Tujuan dari kegiatan tersebut tak lain guna memupuk dan menanamkan rasa kebersamaan dan indahnya berbagi khsusnya bagi pengurus dan masyarakat umumnya. Dalam kesempatan itu pula, pengurus sedikit berdialog terkait wabah Virus Corona, dan pengurus menyampaikan kenapa di pilih mendatangi langsung warga, salah satunya untuk mengajak warga tetap dirumah dan mengindahkan himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita arahkan rekan- rekan dilapangn untuk tetap melakukan kegiatan dengan standar Civid-19, yakni wajib pakai masker, menyerahkan takjil kepada warga tidak berkelompok hanya dua orang dan yang lainya juga sama,” kata F Kurniawan salah satu pengurus FPTI dan Rumah Singgah HA, Sabtu (16/5/2020).

Ia juga berharap, apa yang diterapkan dalam kegiatan tersebut, dapat meminimalisir budaya pergerakan warga menjelang berbuka puasa, seperti berkerumun di tempat-tempat pedagang takjil.

“Itu harapan kami, paling tidak dengan mendatangi rumah-rumah warga tidak lagi untuk keluar rumah untuk mempersiapkan bukaan, sehingga mengurangi perkumpulan di tempat-tempat pedagang takjil,” ujarnya.

Terpisah, Ketua FPTI PALI Ahmad Jhoni kembali mengapresiasi rekan-rekan dilapangan dengan tetap mengikuti protokol yang telah ditetapkan pemerintah. Artinya tidak hanya berbagi melainkan juga peduli dalam membantu penanganan dampak Covid-19.

“Tetap semangat dan terus kompak, dengan kebersamaan tentunya sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik. Sementara Takjil yang dibagikan merupakan hasil buah tangan dari rekan-rekan pengurus. Yang paling penting adalah, melalui bagi takjil ini solidaritas dan kepedulian terhadap sesama semakin bertumbuh ditengah kondisi pandemi Corona, saling menguatkan, saling mengingatkan dan saling berbagi,” ungkap Jhoni. (wmg02)

Pos terkait