Sidang Perkara Oknum Kades Diundur, Kejari PALI Gelar Sidang Online 22 Perkara

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Perdana di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar sidang online video confrance dengan menggelar sidang 22 perkara, satu diantaranya diundur karena gangguan internet, Kamis (2/4/2020) di aula Kejari PALI.

Sidang Online melalui tiga arah, yakni antara Kejari PALI, Pengadilan Negeri Muaraenim dan Rutan Muaraenim. Meskipun sedikit terkendala jaringan internet sidang berjalan dengan baik.

Muat Lebih

Kepala Kejari PALI, Markos Marudut Simare-mare menjelaskan, bahwa pihaknya baru perdana melakukan sidang online. Dengan mengagendakan delapan sidang perkara dengan agenda tuntutan, sembilan perkara dengan agenda keterangan saksi, dua diantaranya vonis.

Sementara itu, perkara kasus korban Akri atau Enggek (52) warga Desa Talang Mandung,  Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Muba meninggal akibat di tabrak oknum kepala desa (Kades) Husni Thamrin (45) Kepala Desa Talang Mandung Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kejadian nahas itu terjadi pada hari Sabtu (14/12/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku hendak mengecek lahan miliknya di Desa Talang Mandung Muba dan saat berada dilokasi tersebut ternyata pohon kayu dilahan miliknya telah ditebang oleh anak korban nama Rizky. Dari pengakuan Rizki ia di suruh bapaknya korban.

Pelaku langsung mendatangi operator Kancil, lalu pelaku meminta untuk menyetop menebang kayu dan menyuruh operator pulang. Tak hanya kayu miliknya, kayu milik Desi Irwansyah (saksi) keluarga pelajlku juga di tebang Kancil atas perintah Enggek. Lalu palaku menujuh rumah Desi untuk menyampaikan permasalahan dilapangan.

Dalam perjalanan menggunakan mobil Ford Ranger sekira pukul 16.00 WIB ketika berada di jalan cor depan lokasi BKB 233 Dusun Talang Padang Desa Benakat Minyak Kec. Talang Ubi Kab. PALI., pelaku bertemu dengan korban dan terjadi cekcok mulut mengenai lahan tersebut kemudian korban mengajak pelaku untuk mengecek lokasi namun dalam perjalanan yang mana posisi korban berada didepan pelaku sehingga pelaku khilaf dan langsung menabrak korban dari belakang sehingga terlindas dan terseret lebih kurang tujuh meter.

Persidangan online ini sesuai dengan petunjuk pimpinan guna pencegahan dan penyebaran virus corona sehingga mengurangi pemusatan keramaian di pengadilan yang tentu berpotensi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu,  masih kata Markos, Sidang online juga dilakukan untuk memberikan kepastian hukum untuk seluruh terdakwa yang saat ini ada di dalam rutan.

“Hari ini kita jadwalkan 22 perkara untuk disidangkan,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Kasi Pidsus Kejari PALI Anton Sujarwo menambahkan, saat ini untuk menyelesaikan 22 perkara hanya saja pihaknya masih sedikit ada terkendala jaringan.

“Kami mohon maaf karena terkendala sinyal, sehingga pihak Pengadilan meminta untuk menunda pemeriksaan saksi kasus pembunuhan dengan sidang online dua arah, yakni saksi dihadirkan di PN Muaraenim dengan terdakwa tetap di rutan Muaraenim, pada pekan depan,” terang Anton. (wmg02)

Pos terkait