Kurang 5 Menit  Kawanan Rampok Bawa Kabur 6,5 Kg Emas

  • Whatsapp
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan SIK ketika jumpa pers di MAPOLDA SUMSEL kemarin.

PALEMBANG, SUMSELGO | Perampokan di toko emas Cahaya Murni, yang berada di pasar Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Kamis (26/3/2020) siang lalu, masih meninggalkan trauma bagi pemilik dan keluarga bahkan para pedagang yang berada di pasar tersebut.

Dengan terungkapnya kasus perampokan ini, pemilik toko merasa puas dengan gerak cepat pihak Polda Sumsel dan jajaran.

Muat Lebih

Delfi Saputra (24), anak korban menuturkan, saat kejadian dia juga ditodong oleh salah seorang pelaku dari jarak setengah meter dengan senpi rakitan.

“Kejadiannya cepat sekali Pak, tidak sampai 5 menit. Hingga kini kami masih merasa trauma. Yang jelas empat orang pelaku pakai masker, sebo dan senpi langsung masuk. Waktu itu bapak (Hermiati) sedang salat,” terang Delfi yang juga dihadirkan saat rilis, Sabtu (28/3/2020) di RS Bhayangkara.

Seluruh emas yang ada di etalase diambil oleh kawanan pelaku. “Saya sempat angkat tangan ke atas Pak memberikan tanda menyerah. Dan senpi milik pelaku tidak ada yang diletuskan,” kenang Delfi.

Setelah seluruh emas yang ada di etalase diambil dan dimasukkan ke dalam tas, salah seorang pelaku meminta korban untuk membuka brankas yang ada di dalam toko.

“Pelaku sempat bilang jangan bergerak. Pelaku langsung mengambil uang tunai dalam brankas sekitar Rp 60 juta. Saat itu tidak ada pembeli dan memang sepi, tapi keadaan diluar rame. Total emas diambil 6,5 kg seharga Rp 4,2 miliar,” kata Delfi sambil mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian.

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel saat ini masih terus melakukan pengejaran lima orang pelaku lagi yang kini identitasnya sudah dikantongi. Termasuk melakukan pengembangan terhadap tersangka M Nasir yang berhasil ditangkap dan dilumpuhkan.

Sedangkan dua temannya, M Ali (40), warga Tanjung Raja, Ogan Ilir dan Pendi (49), warga Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, tewas setelah baku tembak dengan polisi.

Tersangka Nasir, sebelumnya juga pernah terlibat kasus perkara jambret di Provinsi Bangka Belitung. Dan pernah menjalani hkuman selama 1,5 tahun karena kasus tersebut.

Untuk aksi perampokan toko emas, tersangka Nasir dia diajak Pendi. “Dio (Pendi) yang ngajak aku, waktu itu katanyo butuh mobil. Aku ikut bantu saja, dapatlah mobil Avanza putih sewaan itu. Sudah dibayar Rp 400 ribu. Waktu itu aku idak parkir di deket toko tapi parkir di tempat yang jauh,” katanya.

Setelah aksi, Nasir juga belum tahu jumlah upah yang akan diberikan oleh Pendi. “Tugas aku cuman bantu ngantar bae Pak. Pendi sama Ali yang bawa senpi. Belum sempat dapat hasil. Kalau memang dapat bagian, rencana duitnyo untuk kebutuhan sehari-hari,” tukas Nasir.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi perampokan toko emas ini terjadi Kamis (26/3) sekitar pukul 12.20 WIB. Para pelaku yang melengkapi diri dengan senjata api ini berhasil membawa kabur emas sebanyak hampir 7 kg serta uang Rp 60 juta rupiah dari dalam brankas.

Semua pelaku menggunakan penutup muka dengan masker. Seperti ada yang mengomandoi, para pelaku mulai bergerak menggasak toko. Sebagian masuk kedalam menodongkan senjata kepada pemilik toko.

Hanya dalam jangka waktu kurang lebih lima menit pelaku kabur menggunakan sepeda motor Honda Sonix warna biru, scopy warna abu-abu, dan suzuki FU ke arah Palembang.

Tidak menunggu lama, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan SIK langsung membentuk dua tim untuk mengejar para pelaku Jumat (27/3/2020) siang.

Tim pertama, dipimpin langsung oleh Kasubdit Jatanras, Kompol Suryadi SIK MH dan Kanit IV Jatanras, Kompol Zainuri SH langsung bergerak ke Kabupaten Ogan Ilir.

Lalau tim kedua, dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH dan Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando SH bergerak ke Kabupaten OKI di hari yang sama.

Pelaku M Ali (50), warga Desa Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, dan Pendi (49), warga Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang yang merupakan otak dari perampokan toko emas ditembak mati.

Sementara yang membawa mobil yakni tersangka M Nasir (42), warga Desa Pulau Raman, Kecamatan Tanjung Raja Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, juga dilumpuhkan oleh petugas di kedua kakinya.(dho/sumeks.co)

Pos terkait