Dua Tertembak Mati, Satu Luka Tembak, Tiga  Perampok Toko Emas di Sungai Lilin Diamankan Polisi

  • Whatsapp
M Nasir (44) yang dilumpuhkan yang merupakan warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir saat diamnakan polisi.

PALEMBANG, SUMSELGO | Gerak cepat tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas Cahaya Murni Pasar Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Kamis (26/3/2020) siang lalu.

Tiga orang pelaku ditangkap, Sabtu (28/3/2020) dini hari. Dua orang terpaksa ditembak dan satu dilumpuhkan dengan cara ditembak di kedua kakinya.

Muat Lebih

Ketiga tersangka yakni Pendi (40), Mali (48) yang ditembak mati dan M Nasir (44) yang dilumpuhkan yang merupakan warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir.

Dua pelaku Pendi dan keduanya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel namun di tengah perjalanan nyawanya tidak tertolong lagi dan keduanya meninggal dunia.

Sementara itu, tersangka Nasir usai mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara mengaku hanya bertugas membawa mobil.

“Seluruh ado wong 8 Pak. Aku idak tahu tugas yang lain, tugas aku cuma bawak mobil bae dan pas beraksi aku nunggu di mobil,” akunya.

Setelah menerima laporan pemilik toko emas Hermiati (50), Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Satreskrim Polres Muba melakukan koordinasi dengan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel untuk mengejar para pelaku.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan SIK langsung membentuk dua tim untuk mengejar para pelaku perampokan toko emas Cahaya Murni yang terjadi Kamis (26/3/2020) sekitar pukul 12.15 WIB itu.

Tim pertama, dipimpin langsung oleh Kasubdit Jatanras, Kompol Suryadi SIK MH dan Kanit IV Jatanras, Kompol Zainuri SH langsung bergerak ke Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (27/3/2020) siang.

Lalau tim kedua, dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH dan Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando SH bergerak ke Kabupaten OKI di hari yang sama.

“Kita bentuk dua tim setelah kita menerima info kalau kawanan pelaku perampokan ini berada di Jl Palembang-Prabumulih dan sisanya di Kabupaten OKI,” terang Kombes Pol Hisar Siallagan, saat merilis kasusnya, di RS Bhayangkara, Sabtu (28/3/2020) siang.

Kemudian tim pertama langsung mengejar mobil Toyota Avanza warna putih dan berhasil mencegatnya di Jl Indralaya dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku.

“Saat kita cegat salah satu pelaku mengacungkan senpi rakitan kepada anggota dan pelaku lainnya menggunakan pisau. Kita berikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan oleh pelaku dan terus saja menembak ke arah anggota dengan senjata secara membabi buta,” terang Hisar.

Meski sudah dilumpuhkan, pelaku M Ali (50), warga Desa Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, dan Pendi (49), warga Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang terus menyerang.

“Ketiga pelaku melakukan perlawanan saat akan ditangkap terlebih saat beraksi di toko emas mereka menggunakan senpi rakitan. Kita tidak mau ambil resiko, satu kita lumpuhkan dan dua pelaku meninggal dunia,” tegas Hisar lagi.

Hisar menambahkan, tersangka Pendi dan Ali merupakan otak dari perampokan toko emas. Sementara yang membawa mobil yakni tersangka M Nasir (42), warga Desa Pulau Raman, Kecamatan Tanjung Raja Selatan, Kabupaten Ogan Ilir juga dilumpuhkan oleh petugas di kedua kakinya.

“Seluruh pelaku sebanyak delapan orang. Yang lima pelaku lagi identitasnya sudah kita kantongi dan saat ini terus kita kejar kemanpun mereka berada,” tandas Hisar.

Barang bukti yang diamankan, emas sebanyak 3 kg dengan berbagai bentuk, rekaman kamera CCTV, mobil Avanza, satu pucuk senpi rakitan jenis revolver, tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan tujuh butir amunisi kaliber 9 mm.

Lalu barang bukti lain yakni satu bilah sajam, dua buah dompet warna cokelat dan hitam, dua buah masker, satu buah sebo, satu buah tas pinggang, dan satu buah jam tangan. Selain itu juga ada sepeda motor yang digunakan kawanan pelaku saat di lokasi kejadian.

Tersangka Nisar kepada polisi hanya mengaku, saat beraksi dia hanya menunggu di dalam mobil Toyota Avanza warna putih yang disewa oleh kawanan pelaku. “Pernah dipenjara kasus mencuri di Bangka Pak. Waktu itu aku jugo sebagai sopir,” aku tersangka Nisar singkat. (dho/ril/sumeks.co)

Pos terkait