Anggota DPR RI Hj Sri Kustina Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara, Penguatan SDM Unggul Menghadapi Era Globalisasi

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ir Hj Sri Kustina Heri Amalimdo kembali menyosialisasikan empat pilar berbangsan dan bernegara, (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika) di rumah rakyat di bilangan Komplek Pertamina Pendopo PALI, Senin (10/2/202).

Sosialisasi ini dilakukan untuk penguatan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap NKRI. Dalam sosialisasi di yang di hadiri ratusan peserta dari toko agama, toko masyarakat, majelis taklim, guru PAUD, Kepala Desa se- Kecamatan Talang Ubi, organisasi pemuda dan pelajar, Sri Kustina memaparkan tugas dan fungsi anggota MPR RI dilanjutkan diskusi tentang empat pilar yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Muat Lebih

Anggota DPR RI Hj Sri Kustina foto bersama peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Ada empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pendekatan tersebut yaitu pendekatan kultural, edukatif, hukum, dan struktural, dibutuhkan karena saat ini pemahaman generasi muda terhadap 4 pilar kebangsaan menipis.

Pendekatan kultural adalah dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Hal ini dibutuhkan agar pembangunan oleh generasi muda di masa depan tetap mengedepankan norma dan budaya bangsa. Pembangunan yang tepat, harus memperhatikan potensi dan kekayaan budaya suatu daerah tanpa menghilangkan adat istiadat yang berlaku.

Foto bersama Anggota DPR RI Hj Sri Kustina dengan Kader partai NasDem Kabupaten PALI.

Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin bangsa, harus paham norma dan budaya leluhurnya. Sehingga di masa depan tidak hanya asal membangun infrasturktur modern, tetapi juga menyejahterakan masyarakat.

Pendekatan edukatif perlu karena saat ini sangat marak aksi kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan. Kebanyakan aksi tersebut terjadi saat remaja berada di luar sekolah maupun di luar rumah. Oleh sebab itu perlu ada pendidikan di antara kedua lembaga ini. Di rumah kelakuannya baik, di sekolah juga baik. Namun ketika di antara dua tempat tersebut, kadang remaja berbuat hal negatif. Ini yang sangat disayangkan.

“Orangtua harus mencarikan wadah yang tepat bagi anaknya untuk memaknai empat pilar kebangsaan semisal lewat kegiatan di Pramuka, kemudian pendekatan hukum adalah segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun harus ditindak dengan tegas, termasuk aksi tawuran remaja yang terjadi belakangan dan terakhir, pendekatan struktural. Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat, mulai dari Ketua Rukun Tetangga, Rukun Warga, Kepala Desa, Camat, Lurah sampai Bupati/wali kota hingga Gubernur,” papar Sri Kustina.

Dia menjelaskan salah satu solusi menjawab krisis moral yang terjadi saat ini adalah melalui penguatan pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan ini memperkokoh karakter bangsa dimana warga negara dituntut lebih mandiri, tanggung jawab, dan mampu menghadapi era globalisasi melalui transmisi empat pilar. Fungsi Pancasila adalah sebagai petunjuk aktivitas hidup di segala bidang yang dilakukan warga negara Indonesia.

Isteri Bupati PALI ini berharap hasil pemaparan dan diskusi empat pilar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Agar tercipta keteraturan, keselarasan serta kesejahteraan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Pembangunan tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, supaya bisa berkompetisi di era globaliasi. Empat pilar negara ini harus terus disosialisasikan, agar masyarakat semakin menghayati, menjiwai serta lebih mencintai tanah air. Selain itu juga bisa disosialisasikan kembali ke keluarga, dan juga lingkungan sekitar. Saya berharap setelah mendapatkan sosialisasi ini, insyaalah masyarakat menjadi SDM yang unggul yang bisa berkompetisi melalui arus globalisasi,” harapnya. (ril/wmg02)

Pos terkait