Pipa Gas Meledak Satu Tewas, Korban Terpental Diduga Akibat Mud Gas Separator

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO | Supriyadi (49) Warga Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, menghembuskan nafas terakhir meskipun sudah mendapatkan perwatan medis di RS Bunda Prabumulih. Ia meninggal akibat kecelakaan kerja, saat melakukan akrivitas dilokasi pengeboran oleh PT Exspan Petrogas Intranusa (EPI) atau Rig EPI #8 Sumur Candi-3 di wilayah kerja KSO PT Pertamina, dan terjadi ledakan atau flash fire yang menyebabkan mud gas.

Atas ledakan itu, diduga kuat korban selaku operator dari PT. Queen Energy Indonesia (QEI) meninggal setelah terpental lebih kurang 10 metet dan mengenai benda tumpul.

Muat Lebih

Pasca kejadian, korban korban sempat di larikan ke Puskesmas Tanah Abang dengan kondisi kritis. Selanjutnya korban di rujuk ke RS Bunda Kota Prabumulih, dan dirujuk lagi ke RSUD Kota Prabumulih, dan meninggal dunia Kamis, (09/01/2020) Pukul 11.10 WIB.

Informasi dilapangan, sebelumnya Rabu (08/01/2020) pukul 17.00 WIB samapi dengan selesai swab job sumur dinyatakan flowing setelah itu sumur di shut-in sementara (seluruh kerangan ditutup, shut in pressure : 1400 psig) kemudian Kamis (09/01/2020) , pukul 07.00-10.30 WIB, cuaca tidak mendukung sehingga rencana memproduksikan sumur di tunda sehingga pukul 10.30 WIB, PJSM dan diskusi rencana proses memproduksikan sumur sehingga pukul 11.00 WIB, kerangan dibuka 6 drat, coba di monitoring (P:500 psig). Pada saat pressure 500 psig, tiba-tiba terdengar ledakan dari arah mud gas separator, Co-Man langsung menutup valve pada floor, dan x-mas tree.

Pasca ledakan itu, kemudian di temukan korban Supriyadi tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan posisi mud gas separator terpental kurang lebih 10 Meter dari posisi awal.

“korban Supriyadi langsung dibawa ke Puskesmas Tanah Abang lalu dirujuk ke RS Bunda Prabumulih dan meninggal, ” terang narasumber yang meminta identitasnya di rahasiahkan.

“Kami dapat kabar pukul 13.00 WIB dari teman kerja suami aku bahwa suami aku alami kecelakaan kerja. Lalu kami berangkat ke Tanah Abang, tapi ditengah jalan kami dikabari bahwa suami aku meninggal,” ungkap Erkomsiatun, istri korban Supriyadi, saat di jumpai sejumlah awak media di rumah duka ,Senin (13/01/20).

Erkomsiatun juga mengatakan jika saat korban dikebumikan, pihak perusahaan sempat datangi rumah duka.

“Pihak perusahaan memang sudah datang, ucapkan bela sungkawa dan memberikan gaji suami aku selama 10 hari. Karena suami aku statusnya masih pekerja harian, sebab masa kerja baru satu bulan, sejak tanggal 13 Desember 2019. Namun sangat disayangkan, pihak perusahaan tidak menceritakan kronologi kejadiannya,” terangnya.

Ia menjelaskan, ia mendapat informasi kejadian itu dari rekan kerja suaminya.

“Dari keterangan teman kerja suami aku bahwa ada pipa gas pecah dan mengenai kepala suami aku dan dua rekannya. Lalu seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Tanah Abang kemudian dirujuk ke RSU Prabumulih, namun suami aku meninggal dunia,” kenangnya.

Pihak keluarga ditegaskan Erkomsiatun meminta pihak kepolisian mengusut masalah tersebut dan meminta pihak perusahaan bertanggung jawab.

“Suami aku itu tulang punggung keluarga, dia tutup usia meninggalkan empat anak yang masih sekolah. Untuk itu kami meminta pertanggungjawaban perusahaan,” pintanya. (cr)

Pos terkait