Siap-siap Siswa Berprestasi PALI Kuliah di Jerman France dan Turkey

  • Whatsapp

PALI, SUMSELGO– Program prioritas pemeritah kabupaten (Pemkab) PALI 2020 satu dari lima diantaranya peningkatan kesejaterahan dan sumberdaya manusia (SMD) kini sudah mulai berjalan. Program Bupati PALI H Heri Amalindo memajukan dunia pendidikan baik skala nasional maupun internasioal.

Skala nasional Pemkab sudah memberikan beasiswa bagi warganya kuliah gratis di bebagai universitas di Indonesia. Tercatat 63 masiswa/i sudah menerima program beasiswa, 9 diantaranya kuliah di Institut Seni Indonesia Surakarta dab Bangka Belitung (Babel). Kini Pemkab kembali menggagas membuka peluang bagi anak-anak asli PALI untuk go internasional dengan program beasiswa kuliah di Jerman, Prancis dan Turkey.

Program tersebut sudah mulai penjajakan bekerjasama dengan Exellenz Institut, mutiara-mutiara yang terpendam di PALI khususnya anak-anak remaja kelas 11 dan 12 untuk dipersiapan untuk memasuki dunia pendidikan di luar negeri.

Selasa (17/13/2029) tim dari Exzellenz Institut menggelar sosialisasi baik itu program Exzellenz Isntitut dan program beasiswa untuk di persiapan sebelum masuk kampus yang ada di tiga negara itu.

Coordinator of Exzellenz Isntitut South Sumatera Ratna Juaimi, S. pd menjelaskan, program Excellenz Institut adalah menginisiasi bea siswa Jika menjadi unggulan progran ini kenapa tidak. Tujuanya belajar mengadopsi dunia luar dan kembali ke daerah untuk membangun daerah untuk menciptakan generasi berperestasi di bidang masing-masing bagi calon mahasiswa. Program utama Exzellenz Isntitut
adalah mengedukasi anak muda, mengedukasi remaja di level SMA. Pertama mengedukasi mereka untuk punya semangat untuk membangun PALI.

“Artinya membangun PALI itu dari berbagai sektor yang utama karena mereka adalah remaja tentunya pendidikan. Dengan membangun pendidikan mereka harus mempunyai semangat untuk berprestasi, nah jika mereka berprestasi maka tentu saja ada apresiasi, apresiasi dari sekolah, apresiasi dari pemerintah dan salah satunya jika memang nanti kedepan PALI ini menjadi satu kabupaten yang di perhitungkan, anak-anak ini kedepan akan menjadi para penentu kebijakan di PALI,” katanya.

“Mutiara-mutiara Terpendam PALI Go Internasional”

Mereka nanti akan mengabdi baik dari bidang birokrasi atau pun bidang enterpreneur atau mejadi seorang yang mampu membangun PALI sambungnya, ini menjadi lebih baik seperti kabupaten-kabupaten lain. Inikan merupakan kabupaten termuda, kabupaten baru butuh banyak SDM yang harus disiapkan. Kongkritnya, pihaknya pertama kami datang kesini adalah kami ingin bekerjasama dengan SMA Negeri 2, agar SMA Negeri 2 mau membuka mata Siswa-siswanya untuk go internasional.

“Kongkrit yang lain kami itu sedang bekerjasama dengan Pemkab PALI, untuk mengegolkan program beasiswa dengan tingkat yang lebih tinggi lagi. Sebenernya Pemkab PALI sudah ada program beasiswa namun masih tingkat Nasional.kemudian buat anak-anak tidak mampu, nah sekarang adalah untuk anak-anak yang berprestasi,” ujarnya.

Masih kata Ratna, pihaknya tahu, di PALI tentu saja paham karena mereka berpengalaman di beberapa Provinsi dan kabupaten di Indonesia ada mutiara-mutiara terpendam.

“Akan tetapi orang-roang ini anak-anak ini kan tidak bisa membiayai pendidikan mereka secara total di luar negeri. Oleh karena itu ada suport-suport dari berbagai lini. Khusnya pemerintah daerah.

“Ternyata dibeberapa sekolah diluar negeri itu, dari informasi yang memang kita kembangkan ternyata di Jerman dan Prancis itu kuliah gratis.Tetapi kalo di Turki tidak gratis seratus persen tetapi relatif lebih murah dibandingkan pendidikan yang ada di Indonesia dengan kualitas cukup baik,” ungkapnya.

Keuntungan-keuntungan kalo mereka kuliah di luar negeri mereka mendapatkan network internasional kemudian mereka punya teman yang kalo mereka duduk di kampus nanti orang-orang dari luar negeri dari berbagai negara.

Seperti di Indonesia ada tiga pola masuk perguruan tinggi negeri yang pertama SNMPTN tanpa tes, yang kedua SBMPTN dengan tes dan ketiga adalah jalur mandiri. Exzellenz Isntitut itu ada jalur yang emang namanya Yosr,Yosr itu jalur untuk ke Turki adalah jalur tes seleksi yang sangat ketat. karena untuk level universitas dan fakultas yang ketat.biasanya kedokteran dimana-mana di dunia memang ketat itu harus lolos iyors.

“Siswa/i untuk lolos seleksi program fotopolio dengan nilai minimal 7 (tuhuh), mereka bisa ikut mendaftar mendapatkan beasiswa itu,” bebernya.

Sebelum Kuliah Siswa Harus Paham 

Exzellenz Isntitut adalah lembaga yang mempersiapkan mereka untuk berangkat ke luar negeri. Jadi kami mempersiapkan ke Turki 3 bulan sementara itu ke Prancis dan Jerman selama 6 bulan.

Selama tiga dan enam bulan itu, nantinya siswa/I terpilih diajak belajar bahasa secara intensif kemudian mereka belajar tentang mental, social budaya dan bergaul dengan masyarakat di tiga negara itu. Mereka dipersiapkan mentalnya dengan pelatih-pelatihan leader shift.

“Mereka juga diajarkan untuk menjadi orang yang bisa mampu menuangkan pengalaman-pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Mereka experience untuk secara kuat belajar dimasyarakat, mereka dipertemukan dengan orang-orang Turki kalo mereka ke Jerman atau ke Perancis mereka dipertemukan orang Jerman atau Perancis,” terang Ratna.

Mereka juga di kuatkan spiritualnya, jika o mereka belajar di luar negeri mereka tidak boleh seperti kacang lupa kulitnya. Mereka belajar bagaimana tentang matematika dasar di Turki kalo mereka mau masuk fakultas kedokteran. Mereka juga belajar kebudayaan Turki jika memilih Turki sebagai tujuan menimba ilmu.

“Kita punya talent tiba sebelum berangkat, seperti orang mau umroh, orang umroh kan sebelum tiba sudah tau apa yang akan di kerjakan diritual umroh. Begitu juga dengan siswa/I yang terpilih nantinya,” Ranta menjelaskan.

Nanti, setelah siswa/I yang terp[ilih akan di ajak ke Jakarta untuk belajar sebelum kuliha. Untuk smenetara tim di Sumatra selatan belum ada dan basecamenya di Jakarta karena orang yang menguasai bahasa Prancis, Turki dan Jerman di Indonesia masih sedikit.

“Proses seleksi kita masih sedang menyusun jadwal dengan dinas Pendidikan, kita akan terbuka dan diberikan kesempatan dengan siswa-siswa yang memang memenuhi syarat administrasi kami. Misalnya nilai UN minimal 7, untuk fakultas kedokteran harus 7, rapot semester 1 dan 5, khusus siswa/I kelas 11 dan 12 dan didukung oleh semua pihak panita seleksi kompeten,” tutupnya. (wmg02/cr)

Pos terkait