Sabu dan Ekstasi Di “JUS” Pemkab Kejari dan Polres Kompak Perangi Narkoba

  • Whatsapp
Bupati PALI Heri Amalindo Kejari PALI MArco dan Kapolres PALI AKBP Yudi Suharyadi SIK saat memusnakan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan cara di blender.

PALI, SUMSELGO | Dalam rangka penyelesaikan kasus perkara tindak pidana konvensional. Kejari PALI yang dihadiri oleh Bupati PALI H Heri Amalindo dan Kapolres PALI, AKBP Yudi Suharyadi,  kemarin (12/12) sekitar pukul 10.00 WIB, dihalaman Kejari PALI melakukan pemusnahan barang bukti.

Barang bukti yang dimusnakan terdiri dari narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu-sabu seberat 172,104 gram  dari 7 perkara dan  ekstasi 12,094 gram dari 2 perkara, berikut  senjata tajam 10 pucuk dari 9 perkara serta kunci T. Narkoba dimusnakan dengan cara di blender lalu dibuang dalam selokan. Sementara barang bukti seperti senajata api, sajam dan gergaji besi  potong menggunakan gerindra dan dengan cara dibakar.

Muat Lebih

Marcos M Simaremare, Kepala Kejari PALI menjelaskan bahwa pemusnahan BB merupakan rangkaian penegakan hukum, dan pemusnahan tersebut adalah akhir satu dari penyelesaian perkara.

“Juga sebagai upaya melaksanakan putusan pengadilan juga untuk menghindari BB disalahgunakan,” kata Marcos.

Diakuinyam dari kasus yang masuk ke Kejari paling dominan adalah narkoba. Ini juga menjadi pembahasan kita dengan Polres dan Pemda yakni Bupati dan Kapolres untuk bersinergi memerangi narkoba.

Dia berharap, kedepan setelah  full aktifnya Polres tindak pidana  konvensional akan terus dilakukan, giat hari ini lanjutan tahap pemusnahan yang dilakukan beberapa bulan lalu.

“Dalam satu tahun bisa 3 atau 4 kali pemusnahan,  apa lagi saat ini Polres sudah aktif tentunya akan terus mnegalami peningkatan penganan perkara,” harapnya.

Ditempat yang sama Bupati PALI Heri Amalindo dalam sambutnya mengaja seluruh elemen masyarakat khusunya pihak  Polres dan jajaran, Kejari untuk bersinergi alam memerangi peredaran gelap narkoba di wilayah PALI. Ia menilai narkoba salah satu faktor penyebab tindak kriminal yang terjadi.

“Dampak dari penggunakan narkoba sangat luar biasa, salah satunya  adalah berdampak pada tindakan kriminal,” ujar Heri Amalindo.

Dia berharap kedepan narkoba menjadi prioritas dalam penangananya, artinya apa, ini menjadi perkerjaan rumah seluruh warga PALI. Karena ia menilai  akar dari permasalahan tindak pidana  konvesional penyebabnya hampir 90 persen  adalah pengaruh narkoba.

“Pemkab akan mensuport pihak Polri untuk memberantas narkoba, sehingga dengan kondusifnya PALI  percepatan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan muaranya  adalah kesejaterahan masyarakat,” ungkap Heri Amalindo. (cdn)

 

Pos terkait