Bupati PALI Di Fitnah, LSM Serampu Murka Akan Segera Polisikan Pelaku

  • Whatsapp

PALI – SUMSELGO | Postingan di media sosial beberapa waktu lalu yang menuduh Bupati Pali Heri Amalindo melakukan korupsi telah memancing kemurkaan LSM Serampu. LSM yg berkantor di Simpang Bandara Kel Handayani Mulia itu balik menuduh penyebar kabar itu telah melakukan fitnah. Mereka akan melaporkan penyebar kabar tersebut ke polisi.

“Kami sudah mengamati tuduhan LSM tersebut. Setelah kami teliti dengan seksama, kami berkeyakinan bahwa tuduhan itu omong kosong belaka” ujar Sony Ternando, kepada wartawan Jumat (29/11) di ruang kerjanya.

Menurut Sony, tuduhan Heri Amalindo korupsi APBD 2015 itu sangat tidak beralasan. Sebab pada April 2015, yang jabatan Bupati PALI sudah berpindah ke Apriyadi. Dan Heri Amalindo justru baru dilantik kembali pada tanggal 18 Februari 2016.

Terkait Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten PALI tahun 2015, dengan temuan pada halaman 88 Nomor 4.1.2 yang dituding dikorupsi ratusan milyar, Sony menjelaskan bahwa itu fitnah belaka.

Pada halaman 88 nomor 4.1.2 tersebut tidak ada kalimat yang menyebutkan adanya kerugian ratusan miliar. Pada halaman tersebut hanya terdapat penjelasan realisasi anggaran belanja, pada tahun 2015 yang dianggarkan sebesar Rp733.798.654.797,85 dan terealisasi Rp622.474.176.584,82.

“Artinya dari dana yang dianggarkan 733 Milyar ada yang belum direalisasika sebesar Rp 100Milyar. Artinya dana tersebut belum dibelanjakan. Namanya juga belum direalisasikan, artinya belum dibelanjakan. Artinya saat itu dananya utuh di kas. Mana bisa dikeluarkan oleh bupati. Yang melakukan pengeluaran itu bendahara daerah. Ada mekanisme dan aturannya. Kalau tidak ikut mekanisme pasti jadi temuan BPK. Kalau banyak temuan, mana bisa meraih predikat WTP” tegas Sony.

“Jadi yang nyebar kabar bohong ini tidak mengerti mekanisme keuangan pemerintahan. Bahkan telah menyepelekan serta melecehkan lembaga negara seperti BPK, Kejagung, Kepolisian bahkan KPK. Seolah meragukan kredibilitas aparat penegak hukum negara”

Sony juga menyayangkan, LSM BPAN yang membuat tuduhan tanpa mempelajari terlebih dahulu kebenarannya. Selain merugikan nama baik Heri Amalindo, juga membuat resah masyarakat.

“Dana ratusan milyar itu sangat banyak. Kalau ada dana sebesar itu pasti sudah dimanfaat Pak Heri untuk membangun perkantoran, PDAM adan kebutuhan rakyat lainnya” ujarnya.

“Sekarang itu jangankan korupsi, terkadang pak Heri keluar uang dari kantong pribadi untuk membantu rakyat. Dan itu sering terjadi” tegasnya.

Menurut dia, sebelum melakukan kritik hendaknya dilakukan cek dan ricek. Apakah informasi tersebut akurat. Sebagai LSM harus profesional jangan membuat resah masyarakat.

“Kami sering mengkritisi kebijakan di kabupaten PALI ini. Apapun kebijakan yang keliru kita koreksi. Dan Alhamdulillah selalu direspon baik oleh pemangku kebijakan. Karena kita menggunakan data akurat. Tidak asal tuduh. Sesuai fakta dilapangan” kata pria bertubuh gempal itu.

Atas kejadian ini, Sony mengaku akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

“Kita akan membuat pengaduan ke kepolisian bahwa telah terjadi pencemaran nama baik, fitnah, menyebar kabar bohong dan membuat resah masyarakat. Kami akan mendesak pihak kepolisian untuk menangkap dan memproses pihak-pihak yang terlibat dalam menyebarluaskan berita bohong tersebut” tegas Sony. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *