Cegah Stunting, PKK PALI Mengampanyekan Program PENTING Sri Kustina: Pokja-Pokja Kita Bentuk BKB dan BKL

  • Whatsapp
Ketua TP PKK Kabupaten PALI Hj Sri Kustina Heri Amalindo saat tiba di acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional di desa Babat, Penukal Abab PALI oleh ratusan pelajar.

PALI, SUMSELGO | TP PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan PALI, mulai mengempayekan program PALI Entaskan Stunting 2020. Program tersebut digagas saat rapat konsuktasi PKK se-Kabupaten PALI beberapa waktu lalu.

Momentum memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-55 pada tahun 2019 TP-PKK Kabupaten PALI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Sabtu (23/11/2019) di desa Babat, Kecamatan Penukal, PALI, langkah awal melakukan ection entaskan syunting dengan  memberikan obat cacing dan makanan bergizi kepada pelajar.

Muat Lebih

Ketua TP-PKK Kabupaten PALI Sri Kustina menjelaskan bahwa penderita cacingan pada anak salah satu penyebab stunting dengan ini kita adakan pemberian obat cacing pada anak. Tanda anak Cacingan akan menjadikan anak -anak gagal tumbuh tidak sehat dan kerdil. Oleh sebab itu, TP PKK merasa terpanggil guna mengatasi problem stunting.

Bupati PALI H Heri Amalindo saat meninjau stan PKK yang menyajikan makanan sehat dan bergizi hasil inovasi peserta stan HKN.

”Oleh karena itu, stunting menjadi tanggungjawab kita semua, begitu juga Pemerintah daerahkhusunua Dinas terkait. Dan yang menjadi fokus PKK kedepan melalui pokja-pokja kita bentuk BKB dan BKL yang akan mendidik anak perempuan calon pengantin agar reproduksinya sehat ketika mau menikah dan mengandung hingga melahirkan,” katanya.

Dijelaskanya, KB merupakan salah satu program dalam pemcegahan stunting, KB berhasil mencegah angka kelahiran. Keberhasilan ini berdampak pada kualitas penduduk dan kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik. Keluarga yang berkualitas, sejahtera dan tertata. Kemudia membuat formulasi tahapan pembinaan melalui program Bina Keluarga Sejahtera (BKS) meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Kelurga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

“BKB merupakan kegiatan yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur, salah satu upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial,” jelas Sri Kustina.

Kemudian BKB dan PAUD yang tujuan utamanya adalah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar anak secara maksimal dan komperhensif yang meliputi kebutuhan kesehatan dan gizi, pendidikan dan stimulasi serta kasih sayang orang tua. BKL salah satu upayanya untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan dan pencatatan serta pelaporan.

“Upaya yang dilakukan BKL untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga yang memiliki lanjut usia dalam pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraanny,” beber anggota DPR RI itu seraya mengharapkan dalam program stunting perlunya dukungan dan kerjasama semua lapisan masyarakat guna entaskan stunting di PALI.

Mudakir Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI menjelaskan bahwa mengatasi stunting khusunya kesehatan ibu dan anak tentunya selalu memeriksa kehamilan yang berkalah dan juga selalu menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. “Tujuanya perkembangan cabang bayi secara normal,” terangnya. (rl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *