Meski Gugur dan Sempat Demo, Calon Kades Ini Justru Ajak Warga Sukseskan Pilkades di Desanya

  • Whatsapp

PALI – SUMSELGO.com | Seperti biasa, pagi itu Sinta bangun pagi. Hari itu adalah hari pelaksanaan Pilkades Sungai Baung. Sinta Andayani, seharusnya menjadi kontestan dan mempersiapkan diri menjelang pemilihan. Tapi proses yang tidak berpihak, membuat Sinta harus tersingkir dari kompetisi. Rapat yang digelar di kantor Kejari PALI yang dipimpin Sekda Pali malam sebelumnya telah memutuskan Pilkades harus dilaksanakan tanpa kandidat Sinta sebagai peserta.

Tidak ada rasa penyesalan atau kegundahan diwajah Sinta. Tidak ada pula kegelisahan. Wajah cantik nya justru menyiratkan ketegaran. Dengan mantab ia menulis status di akun Facebook miliknya. “Unt masyarakat s baung, mari kita sukseskan pemilihan pilkades desa s baung, gunakan hak pilih anda, satu suara menentukan masa depan desa kita………” Tulisnya di status lengkap dengan foto para kandidat.

Muat Lebih

Postingan akun Sinta Andayani di Facebook yang berisi ajakan mensukseskan Pilkades Sungai Baung

Usai mandi dan berpakaian rapi, dengan mengenakan setelan blazer hitam Sinta tampak cantik dan anggun. Ia langkah mantab menuju TPS. Tak lupa para ia menyalami para warga dan aparat keamanan yang berjaga. Bahkan kepada Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan ia memberi garansi.

“Bapak tidak usah khawatir, keamanan saya jamin. Pilkades Sungai Baung akan berjalan aman dan damai” tegas ibu empat anak ini.

Ketegaran Sinta ini diluar dugaan sejumlah warga. Betapa tidak, dua hari sebelumnya ia bersama para pendukungnya dengan lantang menyuarakan penundaan pelaksanaan pilkades. Ia yang “digugurkan” oleh proses Pilkades yang kusut merasa terzolimi dengan keputusan tersebut.

“Saya sudah mendapat nomor urut dan sudah kampanye, tapi saya justru dianggap mengundurkan diri karena menolak mengikuti kembali psikotest yang sudah pernah saya ikuti” kata Sinta beberapa waktu lalu.

Ketegaran inilah yang mengundang simpati sejumlah pihak. Bahkan tangis haru pecah saat Sinta pulang usai pertemuan yang memutuskan dirinya tidak ikut dalam proses demokrasi tersebut.

“Saya teringat, tujuan saya mencalonkan diri menjadi kades ini untuk memajukan desa. Kalau memaksakan diri, tentu akan punya dampak yang lebih luas bahkan buruk” kata Sinta saat dibincangi SUMSELGO, Kamis (29/8).

“Memaksakan penundaan, berarti akan ada reaksi lainnya. Saya terpikir para pendukung saya mungkin akan berhadapan dengan pendukung kandidat lain. Ini tidak baik bagi nama baik desa Sungai Baung” ujar ibu kelahiran 9 Desember 1987 ini.

Sinta lebih memilih ‘mengalah’ dan tidak memaksakan kehendak agar dirinya tetap bisa ikut dalam kontestasi. Baginya persatuan dan keutuhan para warga desanya menjadi tujuan utama

“Membangun desa tidak harus jadi kades. Banyak cara yang bisa kita lakukan. Saya mencalonkan diri jadi kades demi kepentingan masyarakat bukan untuk ambisi pribadi. Karena itu saya lebih memilih mendahulukan kepentingan masyarakat. Intinya saya ingin desa ini maju. Kejadian ini akan jadi pelajaran bagi saya dan keluarga” terang Sinta.

Karena itulah, ia dengan besar hati mengajak seluruh pendukungnya untuk memberikan hak suaranya secara demokratis. Ia meminta agar warga berduyun-duyun mendatangi TPS.

“Dari semalam sampai tadi pagi saya mengajak warga untuk memberikan hak suara. Demi kemajuan Sungai Baung” tegasnya.

Terkait dirinya yang “digugurkan” panitia, dirinya sudah membuat laporan ke Polres agar proses hukum tetap berlanjut.

“Saya sudah membuat laporan ke Polres Muaraenim. Kita tunggu saja proses hukum yang berlangsung” ungkap Sinta (*)

Pos terkait