Begini Prosesi Adat Ngunduh Mantu di PALI yang Masih Dilestarikan

  • Whatsapp

PALI – Sumselgo.com | Budaya tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi identitas suatu daerah. Seperti tradisi yang ada di Dusun Setuntung Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Tradisi ngunduh mantu menjadi prosesi menarik untuk disaksikan.

SumselGo sempat menyaksikan prosesi ngunduh mantu pasangan Jaka Wardiputra dan Eti Haryani pada 3 juli 2019 di kediaman mempelai pria. Pasangan ini sendiri telah melangsungkan pernikahan pada 29 Juni 2019 lalu.

Muat Lebih

Prosesi ngunduh mantu dimulai dengan acara kedua mempelai bersama rombongan keluarga mempelai perempuan tiba di kediaman pihak pria.

Bagai Raja dan Ratu Sehari, pasangan itu disambut meriah oleh pihak pria. Dengan diiringi alunan tepukan rebana yang dimainkan oleh ibu-ibu.

Rombongan ini disambut dengan prosesi beras kuning, ngelangan, dan daun rotan. Dimana kegiatan itu dilakukan di depan rumah pasangan mempelai sebelum memasuki rumah.

Setelah mempelai tiba didepan rumah, mereka ditudungkan payung oleh teman dekatnya. Ibu dari pengantin pria memasangkan selendang panjang ke pinggang kedua mempelai. Selendang ini kemudian ditarik oleh sang ibu.

Kemudian keluarga pria menghamburkan beras kuning ke arah atas pasangan tersebut diiringi untaian doa untuk keberkahan kedua mempelai. Payung tetap ditudungkan keatas pengantin.

Seorang ibu lainnya kemudian mengeluarkan daun rotan lalu dibakar dengan cara di pegang oleh salah satu keluarga pria.

Nurmaya (57) keluarga pengantin pria menjelaskan “kegiatan ikak dilakuke setiap kali acara ngantar penganten ke umah penganten lanang”, ujarnya dengan bahasa khas PALI.

Parniwati (35) juga menambahkan “jika beras kuning yang di lempar ke penganten kalo mengenai bujang dan gadis katanya nanti mereka akan menyusul pengantin tersebut ke pelaminan. Kalo Ngelangan itu ibu dari pengantin pria memasuki ibu jari ke langit-langit mulutnya kemudian di oleskan ke alis mempelai yang artinya supaya anak dan menantu hormat kepada ibunya”, ujarnya.

Parniwati berharap tradisi seperti ini agar selalu dilestarikan karena sarat pesan dan doa bagi generasi penerus.

“Supaya tradisi ini tetap ada dan menjadi ciri khas tradisi ngunduh mantu di Kabupaten PALI. Dan semoga tidak tergeser karena kecanggihan teknologi yang ada”. (cr/mel)

Pos terkait